- Kelanjutan penyelenggaraan Grand Prix Formula 1 di Korea tengah
diragukan. Sejumlah negara dikabarkan menjadi pengganti salah satu tuan
rumah di kawasan Asia tersebut.
Selain Korea, tercatat tujuh
negara lain di Benua Kuning yang musim ini menggelar balapan F1. Adalah
Malaysia, China, Bahrain, Jepang, Singapura, India, dan Abu Dhabi.
Namun, eksistensi GP Korea mulai dipertanyakan.
Meskipun Prancis
sudah menyatakan siap menjadi tuan rumah kembali, tak sedikit negara
yang menjadi kandidat pengganti. Salah satunya negara di kawasan
Karibia, Republik Dominika.
Dilaporkan Crash, Republik
Dominika menjadi bidikan lantaran predikatnya sebagai negara tujuan
wisata terbesar di kepulauan tersebut. Dilihat dari sektor ekonomi dan
bisnis, tentu akan menguntungkan bagi F1 dan negara itu sendiri.
Namun,
ajang balap jet darat tampaknya kurang menarik bagi wisatawan domestik.
Sebab, bisbol merupakan olahraga yang paling digemari di Republik
Dominika.
Sementara itu, salah seorang calon presiden, Danilo
Medina, kabarnya sudah berjanji dalam kampanyenya untuk memperjuangkan
F1. Ia bahkan tidak segan menggunakan dana pemerintah untuk membiayai
pembuatan sirkuit standar F1 di kawasan Karibia.
F1 memang belum
pernah menggeber kepulauan eksotik itu. Sebelumnya, ajang F3000 sempat
digelar di Curacao, yang terletak jauh di selatan Republik Dominika, di
lepas pantai utara Venezuela. Balapan nonkejuaraan yang berlangsung di
jalanan Willemstad itu dimenangi John Nielsen. (art)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar