- Dari empat rencana penghematan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan
listrik yang akan disiapkan pemerintah, pembahasan pengendalian dengan
menggunakan kapasitas mesin (cc) masih terus dikaji untuk mencari cara
kontrol paling mudah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM), Jero Wacik, menjelaskan bahwa pemerintah akan mengeluarkan empat
aturan penghematan BBM bersubsidi dan listrik.
Aturan pertama, kendaraan pemerintah tidak boleh menggunakan Premium. Kedua, melakukan penghematan listrik di seluruh kantor dan perumahan. Ketiga, aturan mengenai konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG). Keempat, pembatasan BBM bersubsidi untuk mobil berkapasitas mesin 1.500 cc ke atas.
"Dari
empat itu, tiga sudah selesai dan masih ada satu yang masih dibahas
ulang, yaitu urusan cc," kata Jero Wacik di Jakarta, Senin 30 April
2012.
Menurut Wacik, pembahasan aturan mengenai pembatasan BBM
bersubsidi untuk mobil cc tertentu masih harus dibahas, karena kontrol
di lapangan akan sangat sulit. Pemerintah, dia melanjutkan, akan membuat
aturan yang mudah diimplementasikan terlebih dahulu.
Yang
terpenting, Wacik melanjutkan, ketiga aturan yang telah siap akan
dijalankan terlebih dahulu dan dimulai di instansi pemerintahan.
Nantinya, mobil, kantor, dan perumahan pemerintah akan diperketat
penggunaan listrik, BBM, dan air, sehingga akan terjadi penghematan
secara besar-besaran. "Yang tiga jalan dulu, yang satu kami cari cara
yang paling mudah kontrolnya," ujarnya.
Aturan-aturan ini,
menurut dia, segera dijalankan setelah Presiden mengumumkan kepada
publik secara langsung. Namun, ia mengaku bahwa aturan ini belum dapat
diumumkan pada awal Mei 2012. (art)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar